Obatobatan emergensi tersedia dimonitor aman bilamana disimpan di luar farmasi. Salam sukses SEDIA DOKUMEN AKREDITASI PUSKESMAS TERBARU. Proses perencanaan dilakukan dengan memperhitungkan pemakaian selama 18 bulan ditambahkan 20 nya untuk buffer stock dan waktu tunggu obat. Puskesmas Danurejan II juga menyediakan pelayanan ambulanceG.
Perombakanpertama yang dilakukan adalah perbaikan sistem administrasi rekam medis pasien di puskesmas. Menggunakan beberapa komputer yang tersambung secara intranet, efisiensi bisa dilakukan dari alur kerja petugas di puskesmas.
Penelitianini untuk mengetahui gambaran pengelolaan obat kedaluwarsa di Puskesmas wilayah Kota Serang tahun 2017. Desain penelitian ini menggunakan studi deskriptif dengan metode observatif. Lokasi penelitian dilakukan di Puskesmas wilayah Kota Serang. Responden penelitian adalah pengelola obat dan kepala puskesmas sebanyak 32 orang responden.
MAUMERE- Menerapkan tiga program inovatif dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada pasien, menghantarakan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Lekebai, Kecamatn Mego, Kabupaten Sikka meraih peringkat Madya dalam akreditasi yang dilakukan Kementerian Kesehatan RI pada 2017.
srRUf. Seorang warga lanjut usia lansia menjalani pemeriksaan tensi darah sebelum vaksinasi COVID-19 di Puskesmas Purnama, Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu 3/3/2021. Sebanyak warga lansia menjadi sasaran dalam vaksinasi COVID-19 di Kalbar. PONTIANAK-Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtonomeminta puskesmas-puskesmas di wilayahnya mengoptimalkan pelayanan kesehatan bagi Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat 11/3/2022. Ia mengatakan puskesmas yang bangunannya sudah bagus seperti UPT Puskesmas Alian yang di Kelurahan Sungai Bangkong, Kecamatan Pontianak Kota, harus meningkatkan pelayanan. Saat mengunjungi Puskesmas Alian yang di Jalan Pangeran Natakusuma, Wali Kota mengatakan bahwa puskesmas sebaiknya memasang rambu-rambu alur pelayanan untuk memudahkan warga yang hendak berobat."Dengan petunjuk-petunjuk yang jelas, masyarakat atau pasien yang datang berobat tidak lagi kebingungan harus ke mana," katanya. Ia mengemukakan pentingnya inovasi pengelola Puskesmas untuk memudahkan warga mengakses pelayanan kesehatan, misalnya dengan menyediakan aplikasi mengenai informasi pelayanan kesehatan. Selain itu, ia mengatakan, kepala puskesmas dan seluruh petugas puskesmas harus memastikan warga mendapat pelayanan kesehatan yang optimal."Sehingga masyarakat yang datang ke puskesmas ini mendapatkan pelayanan yang baik dan memuaskan," katanya. Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak Sidiq Handanu mengatakan bahwa Puskesmas Alian yang menyediakan pelayanan kebidanan dasar dan memiliki ruang rawat persalinan dengan lima tempat tidur."Di Puskesmas Alianyang ini juga terdapat pelayanan fisioterapi, yang mana pelayanan itu baru dua puskesmas yang menyediakannya," katanya. Sidiq berharap Puskesmas Alian bisa menjadi puskesmas unggulan."Kita harapkan inovasi-inovasi yang sudah pernah diraih oleh Puskesmas Alianyang ini terus dikembangkan," katanya. sumber antaraBACA JUGA Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Klik di Sini
– Sebagai seorang dokter dengan pengalaman 10 tahun, saya telah melihat betapa pentingnya peran farmasi dalam kesehatan masyarakat. Puskesmas sebagai lembaga kesehatan primer memiliki potensi besar untuk mengembangkan inovasi farmasi yang dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan kesehatan masyarakat secara keseluruhan. Dalam artikel ini, kita akan membahas beberapa topik terkait dengan membangun inovasi farmasi di puskesmas untuk kesehatan masyarakat. Mari kita lihat lebih detail bagaimana puskesmas dapat memanfaatkan potensi farmasi untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. 1. Peningkatan Akses Obat-Obatan Salah satu masalah utama dalam pelayanan kesehatan di puskesmas adalah akses terhadap obat-obatan. Banyak puskesmas di daerah terpencil atau perbatasan memiliki keterbatasan dalam persediaan obat-obatan yang diperlukan. Dalam mengembangkan inovasi farmasi, puskesmas dapat memperbaiki sistem persediaan obat-obatan dan distribusinya, sehingga masyarakat dapat lebih mudah mendapatkan obat yang mereka butuhkan. Selain itu, puskesmas dapat memperluas jangkauan akses obat-obatan dengan menerapkan layanan pengiriman obat-obatan ke rumah pasien. Dengan cara ini, pasien yang kesulitan untuk datang ke puskesmas dapat tetap mendapatkan obat yang mereka butuhkan dengan mudah dan cepat. Puskesmas juga dapat memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan akses obat-obatan, seperti aplikasi kesehatan yang memungkinkan pasien untuk memesan obat secara online dan diantar ke rumah mereka. 2. Peningkatan Kualitas Obat-Obatan Tidak hanya akses, kualitas obat-obatan juga sangat penting dalam pelayanan kesehatan. Puskesmas dapat mengembangkan inovasi farmasi dengan memperbaiki sistem pengawasan dan pengendalian mutu obat-obatan yang digunakan. Puskesmas juga dapat memanfaatkan teknologi untuk memantau kualitas obat-obatan, seperti penggunaan alat uji kualitas obat. Dengan cara ini, puskesmas dapat memastikan bahwa obat-obatan yang digunakan aman dan efektif untuk pasien. Selain itu, puskesmas dapat meningkatkan kualitas obat-obatan dengan menggunakan obat generik berkualitas tinggi. Dengan cara ini, pasien dapat mendapatkan obat-obatan yang sama efektifnya dengan obat paten, namun dengan harga yang lebih terjangkau. 3. Peningkatan Edukasi Kesehatan Masyarakat Selain memberikan obat-obatan, puskesmas juga memiliki peran penting dalam penyuluhan dan edukasi kesehatan masyarakat. Dalam mengembangkan inovasi farmasi, puskesmas dapat memperkuat program edukasi kesehatan dengan mengintegrasikan informasi tentang obat-obatan. Puskesmas dapat melaksanakan program penyuluhan tentang penggunaan obat-obatan yang aman dan efektif, serta memperkenalkan obat generik berkualitas tinggi kepada masyarakat. Dengan cara ini, masyarakat dapat lebih memahami pentingnya penggunaan obat-obatan yang tepat dan aman. Puskesmas juga dapat mengembangkan program edukasi kesehatan yang lebih interaktif, seperti kelas masak sehat atau senam sehat yang melibatkan konsumsi obat-obatan yang tepat. 4. Peningkatan Kerjasama antara Puskesmas dan Industri Farmasi Kerjasama antara puskesmas dan industri farmasi dapat membantu meningkatkan akses dan kualitas obat-obatan di puskesmas. Dalam mengembangkan inovasi farmasi, puskesmas dapat menjalin kemitraan dengan industri farmasi untuk memperbaiki sistem persediaan dan distribusi obat-obatan. Industri farmasi juga dapat membantu puskesmas dalam meningkatkan pengendalian mutu obat-obatan. Dengan cara ini, puskesmas dapat memastikan bahwa obat-obatan yang digunakan aman dan efektif untuk pasien. Di sisi lain, puskesmas juga dapat membantu industri farmasi dalam melakukan riset dan pengembangan obat-obatan yang lebih efektif dan terjangkau untuk masyarakat. Demikianlah beberapa topik terkait dengan membangun inovasi farmasi di puskesmas untuk kesehatan masyarakat. Dengan mengembangkan inovasi farmasi, puskesmas dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan kesehatan masyarakat secara keseluruhan. Halo, gue adalah penulis seru yang doyan banget nulis tentang pendidikan, soal, dan tutorial. Gue nggak cuma berbagi ilmu, tapi juga selipin guyonan biar belajar jadi lebih asyik. Yuk, mari kita eksplor dunia pengetahuan sambil ketawa bareng! Halo, gue adalah penulis seru yang doyan banget nulis tentang pendidikan, soal, dan tutorial. Gue nggak cuma berbagi ilmu, tapi juga selipin guyonan biar belajar jadi lebih asyik. Yuk, mari kita eksplor dunia pengetahuan sambil ketawa bareng!
Inovasi pelayanan publik dari Unit Farmasi Puskesmas Kedungwuni I yang dirilis pada bulan Agustus 2017. Program Inovasi Farmasi Peduli Pelanggan MASLINGGAN ini berorientasi dan berfokus pada wawancara, saling tukar informasi dan monitoring terhadap pasien yang telah diberikan terapi obat di puskesmas melalui media tekhnologi informasi, baik melalui sarana SMS, telepon maupun media Whatsapp dalam pelaksanaan kegiatannya, yang diharapkan dapat dijadikan bahan kajian dan evaluasi untuk peningkatan mutu pelayanan Puskesmas. LATAR BELAKANG PROGRAM MASLINGGAN Rata rata jumlah kunjungan di Puskesmas Kedungwuni I sekitar 100 pasien per harinya, namun dari jumlah diatas rasio ketersediaan jumlah tenaga kesehatan, khususnya tenaga petugas pengelola obat masih terbatas. Hal ini mengakibatkan kontak komunikasi dengan pelanggan terutama perihal kelolaan dan edukasi seputar obat dirasa kurang intens, kurang efektif dan tidak optimal. Dan tentu saja hal diatas tersebut dapat berpengaruh pada penilaian pelanggap secara tidak langsung terhadap kualitas pelayanan pengobatan di Puskesmas. Hal diatas inilah yang mendorong kami untuk segera merumuskan upaya inovatif yang terkoordinasi untuk mensiasati celah komunikasi yang ada antara petugas dengan pelanggan.. Sekaligus sebagai upaya untuk meningkatkan efisiensi pelayanan serta meningkatkan kepuasan pelanggan terhadap pelayanan puskesmas secara umum dan pelayanan dari Unit Farmasi secara khusus. MONITORING DAN KONFIRMASI APA SAJA YANG DIPRIORITASKAN? 1. Monitoring ketepatan cara konsumsi obat yang telah diberikan pada pasien. 2. Memantau kondisi pasien setelah minum obat. 3. Memantau dan menindak lanjuti adanya kemungkinan keluhan baru maupun efek samping setelah mengkonsumsi obat. 4. Mengukur tingkat kepuasan pelanggan. TUJUAN UTAMA MASLINGGAN Tidak terjadi kesalahan dalam pemberian obat, dosis serta cara konsumsi obat. Tidak terjadi efek samping serta keluhan tambahan pada klien setelah mengkonsumsi obat. Meningkatkan kepuasaan dan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan di Puskesmas Kedungwuni I. MANFAAT PROGRAM MASLINGGAN Pelanggan Puskesmas Kedungwuni I mendapatkan pelayanan kesehatan tidak hanya saat berada di gedung pelayanan Puskesmas saja, namun berlanjut hingga saat pelanggan berada dirumah. Petugas pelayananan dari dan di puskesmas akan mampu mengukur tingkat efektifitas serta mengevaluasi kualitas pelayanan yang diberikan, dan mampu menganalisa sejauh mana tingkat kepuasan pelanggan terhadap layanan dan pelayanan yang telah dlakukan petugas dari kondisi terakhir klien melalui komunikasi dua arah antara tim MASLINGGAN dengan klien/keluarga. STANDAR PELAYANAN KEFARMASIAN DI PUSKESMAS MENURUT PERATURAN MENTERI KESEHATAN NOMOR 30 TAHUN 2014 1. Meningkatkan mutu pelayanan kefarmasian; 2. Menjamin kepastian hukum bagi tenaga kefarmasian; dan 3. Melindungi pasien dan masyarakat dari penggunaan Obat yang tidak rasional dalam rangka keselamatan pasien patient safety. GARIS BESAR PELAYANAN FARMASI KLINIK DI PUSKESMAS KEDUNGWUNI I Pengkajian resep, penyerahan Obat, dan pemberian informasi Obat Pelayanan Informasi Obat PIO Konseling Pemantauan dan pelaporan efek samping Obat Pemantauan terapi Obat; dan Evaluasi penggunaan Obat Anda bisa mendownload leaflet Program Inovasi Farmasi Peduli Pelanggan dengan meng-klik tombol download dibawah ini